Rumus Median Data Kelompok : editoronline.co.id

 

Halo pembaca yang budiman, dalam artikel ini kita akan membahas tentang rumus median dalam statistika untuk data kelompok. Median merupakan salah satu ukuran pemusatan data yang penting untuk mengetahui nilai tengah dalam sebaran data. Kita akan membahas cara menghitung median untuk data kelompok serta melihat contoh penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. So, mari kita mulai!

Pendahuluan

Sebelum memahami rumus median data kelompok, penting untuk mengenal apa itu median. Median adalah nilai tengah dari sejumlah data yang telah diurutkan. Dalam data kelompok, kita akan menggunakan interval atau kelas data sebagai representasi data tersebut. Rumus median akan berbeda dengan rumus median untuk data tunggal. Mari kita lihat lebih lanjut.

Apa itu Tabel Frekuensi

Tabel frekuensi adalah tabel yang berisi informasi tentang jumlah kemunculan tiap nilai dalam data kelompok. Biasanya, tabel frekuensi mencakup rentang nilai (interval) dan frekuensi kemunculan tiap interval tersebut.

Mengapa Menggunakan Median

Median merupakan ukuran pemusatan data yang lebih baik digunakan daripada mean atau rata-rata. Median tidak terpengaruh oleh outlier atau data ekstrem, sehingga memberikan gambaran yang lebih akurat tentang nilai tengah dalam sebaran data.

Cara Menghitung Median Data Kelompok

Sekarang, kita akan membahas rumus median untuk data kelompok. Berikut adalah langkah-langkahnya:

Langkah 1: Menyusun Data

Langkah pertama adalah menyusun data dalam tabel frekuensi. Tabel frekuensi terdiri dari dua kolom, yaitu kolom interval dan kolom frekuensi. Kolom interval akan berisi rentang nilai data kelompok, sedangkan kolom frekuensi akan berisi jumlah kemunculan tiap interval.

Langkah 2: Menentukan Jumlah Total Frekuensi

Setelah menyusun data, langkah selanjutnya adalah menentukan jumlah total frekuensi (Σf). Jumlah total frekuensi merupakan jumlah dari semua frekuensi tiap interval dalam tabel frekuensi.

Langkah 3: Menentukan Median Interval

Median interval adalah interval dengan frekuensi tengah. Untuk menentukan median interval, kita perlu mencari nilai tengah dari jumlah total frekuensi (Σf/2). Kita akan mencari interval yang memenuhi kriteria frekuensi tengah tersebut.

Langkah 4: Menggunakan Rumus Median

Setelah menemukan median interval, langkah terakhir adalah menggunakan rumus median untuk menghitung nilai median dalam data kelompok. Rumus median data kelompok adalah sebagai berikut:

Median = L + (((Σf/2) – F) / f) * w

Dimana:

  • Median adalah nilai median dari data kelompok.
  • L adalah batas bawah dari median interval.
  • Σf/2 adalah jumlah total frekuensi dibagi dua.
  • F adalah frekuensi kumulatif sebelum median interval.
  • f adalah frekuensi median interval.
  • w adalah lebar interval.

Contoh Penggunaan Rumus Median Data Kelompok

Untuk lebih memahami penggunaan rumus median data kelompok, berikut ini adalah contoh penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari:

Contoh 1: Pengukuran Tinggi Badan

Bayangkan kita memiliki data tinggi badan siswa dalam kelas dengan interval 150-160, 161-170, 171-180, dan 181-190. Berikut adalah tabel frekuensi yang menyajikan data tinggi badan siswa:

Interval Frekuensi
150-160 5
161-170 10
171-180 15
181-190 7

Langkah pertama adalah menentukan jumlah total frekuensi:

Σf = 5 + 10 + 15 + 7 = 37

Setelah itu, kita mencari median interval yang memenuhi kriteria frekuensi tengah:

Σf/2 = 37/2 = 18.5

Dalam contoh ini, median interval adalah interval 161-170, karena frekuensinya sebelum median interval (10) kurang dari Σf/2 (18.5) dan frekuensinya setelah median interval (15) lebih besar dari Σf/2 (18.5).

Kemudian, kita menggunakan rumus median untuk menghitung nilai median:

L = 161

F = 5

f = 10

w = 10

Median = 161 + (((18.5 – 5) / 10) * 10) = 161 + 13.5 = 174.5

Jadi, median tinggi badan siswa dalam kelas tersebut adalah 174.5.

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Apa perbedaan antara median dan rata-rata?

Median adalah nilai tengah dari sejumlah data yang telah diurutkan, sedangkan rata-rata adalah jumlah seluruh data dibagi dengan jumlah data tersebut. Median lebih baik digunakan daripada rata-rata ketika data mengandung outlier atau data ekstrem.

2. Kapan sebaiknya menggunakan rumus median data kelompok?

Ketika data memiliki rentang nilai atau kelas data, menggunakan rumus median data kelompok lebih relevan daripada rumus median untuk data tunggal. Rumus median data kelompok memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai nilai tengah dalam sebaran data.

3. Apakah median selalu ada dalam data kelompok?

Tidak, terkadang median tidak ada dalam interval yang ada dalam tabel frekuensi. Jika hal ini terjadi, kita dapat menggunakan interpolasi untuk mendekati nilai median.

4. Apakah median akan berubah jika terdapat perubahan pada data kelompok?

Ya, jika terjadi perubahan pada data kelompok, misalnya penambahan atau pengurangan data, maka nilai median juga akan berubah. Oleh karena itu, penting untuk memperbarui tabel frekuensi dan menghitung kembali median jika terdapat perubahan pada data kelompok.

5. Bagaimana cara menghitung lebar interval?

Lebar interval dapat dihitung dengan mengurangi batas atas interval dengan batas bawah interval ditambah dengan 1. Sebagai contoh, jika interval adalah 150-160, maka lebar intervalnya adalah 160 – 150 + 1 = 11.

Sumber :